Minggu, 27 Maret 2022

PENDIDIKAN KARAKTER


Pendidikan karakter  adalah suatu usaha manusia secara sadar dan terencana untuk mendidik dan memberdayakan peserta didik guna membangun karakter pribadinya sehingga dapat menjadi individu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungannya.

Pendidikan karakter adalah suatu sistem pendidikan yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai karakter tertentu kepada peserta didik yang di dalamnya terdapat komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, serta tindakan untuk melakukan nilai-nilai tersebut.

Pendidikan karakter  sangat  erat hubungannya dengan pendidikan moral dimana tujuannya adalah untuk mengembangkan kemampuan individu secara terus menerus guna meningkatkan diri menuju kehidupan yang lebih baik.

A.    Pengertian Pendidikan Karakter Menurut Para Ahli

Agar lebih memahami apa arti  pendidikan karakter , maka kita dapat merujuk pada beberapa pendapat ahli berikut ini:

1)    T. Ramli

Menurut T. Ramli, pengertian pendidikan karakter adalah pendidikan yang membentuk esensi dan makna terhadap moral dan akhlak sehingga hal tersebut akan mampu menjadi pribadi pribadi peserta didik yang baik.

2)    Thomas Lickona

Menurut Thomas Lickona, pengertian pendidikan karakter adalah suatu usaha yang membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika yang inti.

3)    John W. Santrock

Menurut John W. Santrock,  pendidikan karakter  adalah pendidikan yang dilakukan dengan pendekatan langsung kepada peserta didik untuk menanamkan nilai moral dan memberi pelajaran kepada murid mengenai pengetahuan moral dalam upaya mencegah perilaku yang dilarang.

4)    Elkind

Menurut Elkind, pengertian pendidikan karakter adalah suatu metode pendidikan yang dilakukan oleh tenaga pendidik untuk mempengaruhi karakter murid. Dalam hal ini terlihat bahwa guru bukan hanya mengajarkan materi pelajaran tetapi juga mampu menjadi seorang teladan.

 

B.    Fungsi Pendidikan Karakter

Mengacu pada pengertian di atas, pendidikan karakter memiliki fungsi dasar untuk mengembangkan potensi seseorang agar dapat menjalani kehidupannya dengan bersikap baik. Dalam lingkup pendidikan formal, pendidikan karakter di sekolah berfungsi untuk membentuk karakter peserta didik agar menjadi pribadi yang berakhlak mulia, bermoral, tangguh, berperilaku baik, dan toleran.

Tiga fungsi utama pendidikan karakter di sekolah. Serupa.id mengutip Zubaedi dalam buku Desain Pendidikan Karakter (2012) yang menyebutkan tiga fungsi pendidikan karakter di sekolah. Ketika fungsi tersebut adalah:

1.     Fungsi pembentukan dan pengembangan potensi.

Agar perserta didik mampu mengembangkan potensi dalam dirinya untuk berpikir baik, berhati nurani baik, berperilaku baik, dan berbudi luhur.

2.     Fungsi untuk penguatan dan perbaikan.

Memperbaiki dan menguatkan peran individu, keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dan pemerintah untuk melaksanakan tanggung jawabnya dan berpartisipasi dalam mengembangkan potensi kelompok, instansi, atau masyarakat secara umum.

3.     Fungsi penyaring .

Pendidikan karakter digunakan agar masyarakat dapat memilih dan memilah budaya bangsa sendiri, dapat menyaring budaya bangsa lain yang tidak sesuai dengan nilai-nilai karakter dan budaya bangsa sendiri yang berbudi luhur.

 

C.    Nilai Pendidikan Karakter

Terdapat lima nilai karakter utama yang bersumber dari Pancasila, yang menjadi prioritas pengembangan gerakan PPK (Pengembangan Pendidikan Karakter), yaitu religius, nasionalisme, integritas, kemandirian dan kegotongroyongan. Masing-masing nilai tidak berdiri dan berkembang sendiri, melainkan saling berinteraksi satu sama lain, berkembang secara dinamis dan membentuk keutuhan pribadi.

1.     Nilai Karakter Religious

Nilai karakter religious mencerminkan keberimanan terhadap Tuhan yang Maha Esa yang diwujudkan dalam perilaku melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan yang dianut, menghargai perbedaan agama, menjunjung tinggi sikap toleransi terhadap pelaksanaan ibadah dan kepercayaan lain, hidup rukun dan damai dengan pemeluk agama lain. Implementasi nilai religius ini ditunjukkan dalam sikap cinta damai, toleransi, menghargai perbedaan agama dan kepercayaan, keyakinan pendirian, kepercayaan diri, keyakinan, antar pemeluk agama dan kepercayaan, anti peru dan kekerasan, persahabatan, tidak menginginkan keinginan, lingkungan, melindungi yang kecil dan tersisih.

2.     Nilai Karakter Nasionalis

Nilai karakter nasionalis merupakan cara berpikir, perhatian, dan perbuatan yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa, menempatkan kepentingan dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. Sikap nasionalis ditunjukkan melalui apresiasi terhadap budaya bangsa sendiri, menjaga kekayaan budaya bangsa, rela berkorban, unggul, dan berprestasi, cinta tanah air, menjaga lingkungan, taat hukum, disiplin, menghormati keragaman budaya, suku, dan agama.

3.     Nilai Karakter Integritas

Adapun nilai karakter integritasmerupakan nilai yang didasarkan pada perilaku yang menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan, memiliki komitmen dan kesetiaan pada nilai-nilai kemanusiaan dan moral. Karakter integritas meliputi sikap tanggung jawab sebagai warga, aktif terlibat dalam kehidupan sosial, melalui tindakan dan tindakan berdasarkan kebenaran. Seseorang yang berintegritas juga menghargai individu (terutama orang-orang cacat), serta mampu menunjukkan keteladanan.

4.     Nilai Karakter Mandiri

Nilai karakter mandiri merupakan sikap dan perilaku tidak memperhatikan orang lain dan mengatasi segala tenaga, pikiran, waktu untuk mewujudkan harapan, mimpi dan cita-cita. Siswa yang mandiri memiliki etos kerja yang baik, tangguh, berdaya juang, profesional, kreatif, keberanian, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat.

5.     Nilai Karakter Gotong Royong

Nilai karakter gotong royong mencerminkan tindakan menghargai semangat kerja sama dan bahu membahu menyelesaikan masalah bersama, menjalin komunikasi dan persahabatan, memberi bantuan/pertolongan pada orang-orang yang membutuhkan. Diharapkan siswa dapat menunjukkan sikap menghargai sesama, dapat bekerja sama, inklusif, mampu berkomitmen atas keputusan bersama, musyawarah mufakat, Membantu membantu, memiliki empati dan rasa solidaritas, anti diskriminasi, anti kekerasan, dan sikap kerelawanan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENDIDIKAN LINGUISTIK

A.     Definisi Linguistik Linguistik dikenal dengan ilmu bahasa yang berisi sebuah konsep berupa nama. Pembahasan mengenai bahasa sudah...