SUHU
Suhu adalah tingkat derajat panas suatu benda. Jika suatu benda mendapat panas (kalor), maka suhu benda akan naik, jika benda didinginkan maka suhu benda akan turun (rendah).
Alat Ukur Suhu
1. Termometer Laboratorium
Termometer laboratorium dengan skala 0 derajat C sampai ___ derajat C. Dalam termometer menggunakan petunjuk air raksa. Sebelum menggunakan termometer, sebaiknya air raksa dibuat untuk menunjukan atau terletak pada angka . Yaitu dengan dilepaskan termometer agar air raksa turun ke 0.
2. Termometer Klinik
Termometer klinik digunakan untuk mengukur suhu tubuh manusia. Pada termometer klinik memiliki skala 35 derajat C sampai 42 derajat C. Sebelum digunakan maka air raksa diletakan pada angka 35 derajat C kemudian bila akan digunakan untuk mengukur suhu badan termometer diletakan pada bagian yang mudah memberi panas pada termometer.
3. Termometer Maksimum-minimum
Termometer maksimum atau minimum digunakan untuk mengukur suhu tertinggi dan terendah dalam jangka waktu tertentu, misalnya suhu dari pukul 06.00 sampai pukul 18.00. Termometer dipasang dengan alat petunjuk skala yang terletak di atas permukaan air raksa. Termometer jenis ini pertama kali dibuat oleh Six Bellani yang jemudian lebih dikenal dengan termometer maksimum-minimum Six Bellani.
Skala Suhu pada Termometer
1. Termometer Celcius
Termometer ini dibuat oleh Anders Celcius dari Swedia pada tahun 1701-1744. Berikut ciri-ciri termometer celcius.
a. Titik tetap atas menggunakan air yang sedang mendidih (100 derajat C),
b. Titik tetap bawah menggunakan air yang membeku atau es yang sedang mencair (0 derajat C),
c. Perbandingan skalanya 100.
2. Termometer Reamur
Termometer ini dibuat oleh Reamur dari Prancis pada tahun 1731. Adapun ciri-ciri termometer yaitu:
a. Titik tetap atas menggunakan air yang mendidih (80 derajat R),
b, Titik tetap bawah menggunakan es yang mencair (0 derajat R),
c. Perbandingan skalanya 80.
3. Termometer Farenheit
Termometer ini dibuat oleh Daniel Gabriel Farenheit dari Jerman pada tahun 1986-1736. Ciri-ciri termometer Farehneit, sebagai berikut:
a. Totok tetap atas menggunakan air mendidih (212 derajat Farenheit),
b. Titik tetap bawah menggunakan es mencair (0 derajat Farenheit),
c. Perbandingan skalanya 180.
4. Termometer Kelvin
Termometer ini dibuat oleh Kelvin dari Inggris pada tahun1848-1954. Berikut ini ciri-ciri termometer kelvin
a. Titik tetap atas menggunakan air mendidih (373 K)
b. Titik tetap bawah menggunakan es mencair (273 K)
c. Perbandingan skalanya 100.
PEMUAIAN
Muai Panjang
Perubahan ukuran pada arah panjang tanpa memperhatikan arah pemuaian yang lain dengan menganggap ukuran panjangnya jauh lebih besar dari lebar dan tebalnya disebut pemuaian panjang. Pemuaian yang dialami suatu zat berbeda , ditentukan oleh koefisien muai panjang. Koefisien muai panjang adalah perbandingan antara panjang zat dari panjangnya semula untuk setiap kenaikan suhu sebesar satu satuan suhu.
Secara matematis dapat ditulis
https://www.gurupendidikan.co.id/wp-content/uploads/2019/10/Pemuaian-panjang-suatu-benda.jpg
Muai Luas
Benda-benda padat yang memiliki bidang seperti pelat besi atau lembaran kaca akan mengalami pemuaian ke arah panjang dan luasnya. Pemuaian dalam dua arah ini dapat dikatakan sebagai pemuaian luas. Pemuaian luas berbagai zat padat bergantung pada koefisien muai luas. Koefisien muai luas suatu zat adalah perbandingan antara pertambahan luas zat dengan luas semula untuk setiap kenaikan suhu sebesar satu satuan suhu.
Secara matematis dapat ditulis
https://nusacaraka.com/wp-content/uploads/2019/03/rumus-muai-luas-300x168.jpg
Muai Volume
Benda padat yang memiliki bentuk kubus, bola, balok, dan bangun tiga dimensi lainnya, ketika dipanaskan akan mengalami pemuaian ke segala arah, yaitu pemuaian volume. Pemuaian volume ini bergantung pada koefisien muai volume suatu zat. Koefisien muai volume adalah perbandingan antara pertambahan volume semula untuk setiap kenaikan suhu sebesar satu satuan suhu.
Secara matematis dapat dituliskan
https://www.gurupendidikan.co.id/wp-content/uploads/2019/10/Pemuaianvolume.jpg
KALOR
Kalor adalah suatu bentuk energi yang dapat berpindah karena adanya perbedaan suhu pada suatu benda. Secara alamiah, kalor berpindah dari benda dari benda yang bersuhu tinggi kebenda yang bersuhu rendah sehingga terjadi pencampuran suhu dari kedua benda itu. Kalor merupakan salah satu bentuk energi. Oleh karena itu, satuan kalor sama dengan satuan energi, yaitu joule (J).
Hubungan Kalor Jenis dengan Kapasitas Kalor
Kalor yang sama diberikan pada dua benda yang berbeda akan menghasilkan perubahan suhu yang berbeda . Jika air dan minyak tanah dengan massa yang sama dipanaskan maka minyak tanah mengalami perubahan suhu lebih besar sekitar dua kali daripada perubahan suhu air. Hal tersebut disebabkan oleh perbedaan kalor jenis yang dimiliki oleh suatu benda. Kalor jenis suatu benda adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikan suhu 1 kg benda itu sebesar 1 derajat C.
Kemampuan suatu benda untuk menyerap kalor berbeda karena berlainan jenis, walaupun massa dan kenaikan suhunya sama. Faktor massa dan kalor jenis, walaupun massa dan kenaikan suhunya sama. Faktor massa dan kalor jenis sering dipandang sebagai satu kesatuan yang nilainya tetap sehingga disebut kapasitas kalor . Kapasitas kalor adalah banyaknya kalor yang diperlukan suatu benda untuk menaikkan suhu 1 derajat C dan ditulis dalam bentuk persamaan
https://www.spengetahuan.com/wp-content/uploads/2017/10/rumus-kapasitas-kalor.png
Perubahan Wujud Zat
https://cilacapklik.com/wp-content/uploads/2020/07/Screenshot_2020-07-04-21-46-12-887_com.adsk_.sketchbook-picsay_compress23.jpg
Asas Black
Energi kalor bersifat kekal dalam arti bahwa kalor tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, melainkan hanya berpindah tempat dan berubah bentuk . Ketika sejumlah kalor dilepaskan oleh sebuah benda yang suhunya lebih tinggi, maka kalor tersebut akan diterima oleh benda lain yang suhunya lebih rendah dengan jumlah yang sama besar. Secara singkat dapat dituliskan sebagai berikut.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBxUQBgGX7FW5BtsB1HJ5S5AAfpZ-ylGh0QAFkMLnZj0bAQcrF2X70Pp0aUAsLi-KfxgEmYKP_7KZhEfPQ_fBK3C1cSOzwybZEMmVQM94hDAWwtNiK9tNaPqUdLzb1821vUkm1mrXhpN6i/s320/rumus+asas+blak.png
Gejala tersebut pertama kali ditunjukkan oleh seorang ilmwuan berkebangsaan Inggris bernama Joseph black (1728-1799). Oleh karena itu, persamman di atas lebih dikenal dengan nama Asas Black.
Asas Black merupakan kaidah yang berasal dari Hukum Kekekalan Energi uang menyatakan bahwa energi bersifat kekal atau tetap.
PERPINDAHAN KALOR
Konduksi
Konduksi merupakan perpindahan panas melalui zat padat yang tidak ikut mengalami perpindan. Apabila ujung sebatang logam dipanaskan di atas api, maka ujung yang lain akan menjadi panas. Hal ini menunjukan kalor berpindah kebagian yang memiliki suhu yang lebih rendah. Contoh dari konduksi yang lain adalah tutup panci yang menjadi panas ketika digunakan untuk memasak.
Konveksi
Konveksi merupakan perpindahan panas melalui aliran yang zat perantaranya ikut perbindah. Konveksi sering terjadi pada zat cair dan gas. Contohnya adalah air yang dipanaskan akan memuai sehingga massa jenismya menjadi berkurang. Karena massa jenis berkurang, air kemudian bergerak naik. Selain itu, konveksi juga terjadi pada gas ketika udara panas naik dan udara yang lebih dingin turu. Contoh konveksi udara ketika terjadi ketika angin darat dan angin laut di pantai, gerakan balon udara, dan asap cerobong plastik.
Radiasi
Radiasi merupakan perpindahan kalor tanpa zat perantara (pancaran). Radiasi yang dipancarkan atau diserap oleh benda bergantung terhadap warna benda. Benda yang berwarna terang menjadi pemancar atau penyerap kalor yang buruk, sedangkan warna hitam akan menjadi penyerap kalor yang baik.
Sebagai contohnya, jika mengenakan baju warna hitam pada siang hari tubuh akan merasa lebih cepat panas . Contoh lain dari radiasi adalah tubun aka terasa hangat jika dekat dengan api, pakaian akan menjadi kering bila dijemur di bawah sinar matahari.
REFERENSI
Hartanto, Hendri. (2010). RUMUS JITU FISIKA SMP. Yogyakarta: IndonesiaTera
Mundilarto, dan Edi Istigono. (2007). FISIKA 1 SMP Kelas VII. Bekasi: Yudhistira
Pauliza, Oza. (2008). FISIKA UNTUK SMK Kelompok Teknologi dan Kesehatan Kelas XI. Bandung: Grafindo Media Pratama
Tim Maestro Genta. (2020). BUPELAS BUKU PELENGKAP KURTILAS PEMETAAN MATERI & BANK SOAL IPA SMP KELAS 7 ILMU PENGETAHUAN ALAM. Surabaya: Genta Group Production
Sulaiman, Ismail. (2015). PERPINDAHAN KALOR DAN MASSA. Banda Aceh: Syiah Kuala University Press
Suwarni, Sri dan Endah Susilowati. (2019). Penggunaan Alat Ukur Panjang Pelajar IPA. Semarang: Alprin